3 Masjid Terbesar Di Kota Bandung

Inilah Beberapa Rekomendasi Wisata religi yang wajid di kunjungi,saat berkunjung di Kota Bandung,salah satunya adalah:

Masjid Al-Ukhuwah.

Masjid yang indah ini sekarang sering digunakan sebagai lokasi program ‘Studi Pelafalan Reboan’ dari dewan kota Bandung. Namun di balik kemegahannya, masjid yang indah ini ternyata menyimpan sejarah yang cukup mengerikan.

3 Masjid Terbesar Di Kota Bandung

Sebelum menjadi masjid seperti yang kita lihat sekarang, bangunan ini terbukti menjadi salah satu bukti bahwa Bandung adalah pusat gerakan Freemasonry atau Freemasonry di Hindia Belanda. Sebelumnya, gedung ini bernama Sint Sint Jan. Jual Kubah Masjid Di Bandung

Menurut aktivis sejarah komunitas Aleut, M Ryzki Wiryawan, dengan menulis di situs resmi komunitas Aleut, Sint Jan (Loji) Sint Jan didirikan pada 1896. Sint Jan Loge adalah Lodge ke-13 (seperti tempat beribadah bagi kaum Mason di Hindia Belanda.

Saint John Jane juga sering terbawa oleh komunitas sekitarnya untuk menjadi “rumah iblis”

Rumah Saint John juga pernah disebut oleh sebagian besar publik sebagai ‘Gedung Setan’ atau ‘Rumah Setan’ karena memang mereka dikatakan telah melakukan berbagai macam ritual upacara yang di luar nalar.

Ternyata banyak kegiatan dilakukan oleh pendukung gerakan Freemasonry. Salah satunya adalah membuka perpustakaan “Perpustakaan Umum Bandoeng”.

Sebenarnya, tidak dapat dikatakan bahwa kegiatan yang mereka lakukan “tidak baik” karena beberapa kegiatan mereka positif. Misalnya, teruskan kegiatan “Pro Juventute” untuk membina remaja nakal.

Selain itu, loji ini menawarkan kehormatan ringan kepada masyarakat untuk melawan pemberi pinjaman. Di bidang pendidikan mereka mendirikan Bandoengsche Schoolvereniging yang mengelola 3 sekolah dasar, 3 sekolah menengah dan taman kanak-kanak.

Tidak hanya itu, Asosiasi Freemasonry Belanda-India juga mendukung penciptaan lembaga buta di Bandung.

Masjid Agung Bandung

Bandung adalah kebanggaan penduduk Bandung dan sekitarnya. Selain menjadi bersejarah dan indah, masjid ini telah menjadi landmark dan menyeimbangkan semua aspek kehidupan sosial bagi penduduk ibukota Jawa Barat.

Bangunan yang muncul hari ini adalah hasil renovasi di awal tahun 2006. Renovasi ini termasuk desain ulang Alun-Alun Kota Bandung dan taman kota. Sepanjang sejarah, masjid ini telah berubah berkali-kali. Pada abad ke-19 saja, ada tiga renovasi, kemudian lima kali pada abad ke-20, dan akhirnya satu renovasi besar di abad ke-21.

Beberapa sejarawan mengatakan bahwa Masjid Agung Bandung didirikan pada tahun 1812 dalam bentuk bangunan kayu tradisional sederhana, pilar kayu, dinding anyaman bambu, atap jerami dan dilengkapi dengan kolam renang besar sebagai tempat untuk mengambil wudhu.

Sumber lain menyebutkan bahwa Masjid Agung Bandung dibangun bersamaan dengan pembangunan Balai Kabupaten Bandung di sebelah selatan alun-alun, yang didedikasikan pada 25 September 1810. Pendapat yang tidak berdasar, karena masjid agung, alun-alun dan balai kota adalah salah satu elemen urban tradisional di Hindia Belanda, sebagai simbol religiusitas pemerintah dan masyarakat dan sebagai pusat keagamaan kota.

Pada tahun 1826, Masjid Agung secara bertahap menjadi struktur kayu. Kemudian, pada tahun 1850, beberapa bangunan di alun-alun juga dirombak untuk meningkatkan kualitas fisik mereka.

Masjid Agung Trans Studio Bandung

Gedung Masjid Raya Trans Studio Bandung adalah bangunan masjid yang sebelumnya terinspirasi oleh desain Masjid Nabawi di kota Madinah. Masjid agung trans studio didominasi oleh warna emas yang disajikan secara pribadi di bagian luar masjid ini, pemilihan warna coklat, putih dan emas adalah salah satu keindahan yang tak tertandingi dari masjid ini.

Masjid trans studio besar memiliki permukaan yang dibangun sekitar 1800m2 dan terdiri dari dua lantai, lantai dasar dengan megazine. Masjid juga dapat menampung jamaah hingga 2.000 jamaah. Di ruang bawah tanah ada juga Ballroom IBIS Trans Studio Bandung, yang masing-masing memiliki luas sekitar 1200m2.

Ruang ini dapat digunakan untuk banyak acara seperti resepsi, pertemuan, dan buka puasa bersama saat Ramadhan tiba.

Lihat dan rasakan bahwa umat Islam sekarang menghadapi kesulitan ekonomi, terutama dengan ukuran bahwa ada banyak penggemar antusias dari banyak pengunjung toko, terutama dari para wanita / wanita muslim yang datang dengan pakaian yang sudah Syariah tetapi masih dalam mode.

Kondisi itu, yang bisa dilihat di pusat keramaian atau tempat wisata yang kerap dikunjungi masyarakat, hanya memiliki ruang sholat kecil.