Budidaya Pohon Mahoni Dengan Baik Dan Benar

Pohon Mahoni adalah produsen kayu dengan serat yang cukup baik. Mahoni juga sering digunakan sebagai lantai kayu dan panel dinding untuk berbagai desain interior.

Selain itu, industri mebel membutuhkan kayu mahoni karena bentuknya yang indah dan mudah dibentuk.

Budidaya Pohon Mahoni Dengan Baik Dan Benar

Secara ilmiah pohon Mahoni masih termasuk kedalam famili Meliaceae, yang mana pohon ini dapat mencapai ketinggian mencapai 40 meter dan diameter batang hingga 100 cm.

Bentuk batang silindris, sedikit melengkung, bersisik di jalur dengan warna kulit abu-abu-cokelat. Kanopi melengkung, daun sempit dan pot. Pohon tahan naungan, daunnya sulit terbakar dan karenanya digunakan sebagai pelindung api. (Hendramono, 2006).

Baca Juga: Kiat Sukses Budidaya Ketapang Kencana

Pengadaan bibit tanaman mahoni

a. Bahan untuk biji mahoni

Biasanya periode berbunga dari September hingga Oktober, sedangkan musim buah adalah dari Juni hingga Agustus. Pembentukan bunga sampai pematangan buah membutuhkan waktu 9-12 bulan, masa berbunga dan buah terjadi setiap tahun mulai usia 10-15 tahun.

Biji: coklat, memanjang rapat, di atas

memanjang di sayap, panjang 7,5-15 cm. Benih disebarkan oleh angin, di pohon-pohon tua sekitar 200 buah matang per tahun atau sekitar 4-8 kg benih dapat diproduksi. Sebagai aturan, produksinya hanya 2,5-4 kg. (Soerinegara I, 1993)

b. Ekstraksi buah mahoni

Buah dan biji kering matang dikumpulkan dari lantai hutan untuk mengurangi berat, lebih baik jika diproses di lapangan. Buahnya sobek dalam 1 hingga 4 hari setelah pengeringan, tergantung rasanya. Kemudian bijinya dapat dipisahkan dengan mengocok atau menggaruk buah. Jika perlu, potong juga sayapnya (Soerinegara I, 1993).

c. Viabilitas benih mahoni

Untuk pengujian, benih dikecambahkan dalam media pasir dengan kisaran suhu 35 – 30 ° C atau suhu

Tahan 30 ° C selama 12/12 atau 8/16 jam terang / gelap.

d. Perkecambahan biji mahoni

Biji berkecambah pada media lembab di tempat teduh. Biji berkecambah dalam 10-21

Hari Bibit disimpan di tempat teduh sampai ditanam di lapangan setelah mencapai 50-100 cm.

e. Taman kanak-kanak mahoni

Di kamar anak-anak, benih ditaburkan di tempat terbuka dengan kedalaman 3 hingga 7 cm atau langsung di dalam tas. Media yang baik untuk pembibitan dalam bentuk pasir atau tanah atau campuran keduanya dengan perbandingan volume 1: 1 atau 1: 2.

Bibit mahoni dibuahi setelah bibit tumbuh 5 – 8 cm atau 1 bulan sebelum tanam

Penanaman pohon mahoni

a. Persiapan tanah mahoni

Pengelolaan lahan dilakukan dengan cara yang jauh optimal untuk pohon mahoni yang mana dalam hal ini meliputi proses pendanaan dan pertumbuhan tanaman awal adalah pembukaan lahan, pembajakan total, diikuti oleh pembajakan jalur (BTR Benakat, 1992 dalam Hendromono, 2006).

Saat menanam dengan sistem tanaman tangkap, seluruh area dibersihkan dengan membuang semak-semak dan pohon-pohon kecil dari area tersebut sebelum penanaman. Sementara itu, ketika menanam dengan jalur atau sistem obor,

Lapangan dibersihkan hanya pada lintasan selebar 1 m dan cakram tanaman dengan jari-jari 0,5 m atau bentuk persegi dengan sisi 1 m searah dengan garis kontur yang dihasilkan pada tanaman.

Teknik Menanam mahoni

Penanaman antarbudaya umumnya terpisah 3 mx 2 m.

melalui jalur atau plot yang ditanam di kulit cakram, ukuran jari-jari disk

50 cm dan lubang tanam ukuran 30 cm x 30 cm x 20 cm (Hendromono, 2006).

Merawat pohon mahoni

a. Menyiangi mahoni

Penyiangan dilakukan 2-3 kali setahun dalam 2 tahun pertama. Gulma gulma ± 50 cm di sekitar batang atau irisan tanaman bersih, sementara tanaman pelindung dipertahankan dalam sistem jalur sampai usia 3 tahun. Setelah usia 3 tahun, penyiangan hanya dilakukan setahun sekali (Hendromono, 2006).

Mahoni bersulam

Tanaman mati dijahit selama penyiangan pertama ke keduaKali di tahun pertama penanaman.